Karya Dyantia " Hikayatku untuk engkau yang sempat mengisi ruang nuraniku. Dimensi ruangku tidak akan pernah terukur kembali sebelum engkau dapat pergi dan menggenggam kebahagiaan yang baru. Di ujung pintu, terhenti langkahku untuk bisa menemanimu meraih cahaya itu. Kita telah sampai di sini, dan salam pun telah terkunci. Tetapi… ingatlah! Bahwa ada pintu lain yang dapat engkau temui di ruang nuraniku. Ucapkan kembali salam yang telah lama kurindu ." Saat detik detik waktu menjadi detak detak jantung Aku tak mampu menjadi sosok munafik Timbulnya rasa ini tak akan bisa kubendung Saat itu Komitmen kita ikat bersama Tak tersadar halal di atas haram Melepas lebih baik daripada mengikat dosa Pikirkanlah Kita yang dulu sempat bersama Duduk memandang pertunjukkan berdua Berjalan berdua ditemani serpihan kata Tanpa takut apa-apa Dosa telah kita buat bersama Ku teringat Besar pedulimu padaku Hingga takut ku jatuh sakit karena hujan Kamu berlari untuk ku bisa berteduh Tapi aku s...